Jumat, 26 Februari 2016

MATERI MASYARAKAT MULTIKULTURAL..





MASYARAKAT MULTIKULTURAL..

 

 


A.    Pengertian masyarakat miltikultural
Masyarakat indonesia adalah masyarakat multikultural. hal itu bisa dilihat dari bayanknya suku bangsa yang mendiami wilayah indonesia, dimana setiap suku bangsa indonesia memiliki budaya adat istiadat, bahasa dan agama yang berbeda. Dengan banyaknya suku bangsa dan bentutuk kebudayaan di negara kita, menujukkan bahwa masyarakat kita dalah masyarakat multikultural atau majemuk. Kemajemukan itu harus kita jaga dan pelihara dengan baik dengan berpegang teguh pada semboyang Bhineka Tunggal Ika.
          Berikut ini pendapat para ahli  masyarakat miltikultural
1.      J.S Furnival
Masyarakat multikultural adalah masyarakat terdiri dari dua atau lebih komunitas atau struktur kelembagaan satusama lain
2.      Nasikum
Masyarakat majemuk adalah suatu masyarakat yang menganut sistem nilai yang berbeda di antara berbagai ketentuan sosial yang menjadi anggotanya, sehingga para anggota kurang memiliki loyalitas terhadap masyarakat secara keseluruhan, kurang memiliki homogenitas kebudayaan dan bahkan kurang memiliki dasar dan untuk saling memahami
3.      Clifford Gertz
Masyarakat majemuk adalah masyarakat yang terbagi kedalam sub-sistem yang kurang lebih berdiri sendiri dan masing-masing subsistem terikat oleh ikatan-ikatan primordial
          Berdasarkan pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa istilah multikultural menunjuk pada keadaan sebuah masyarakat yang terdiri atas kelompok-kelompok dan suku-suku bangsa yang berbeda kebudayaan tetapi terikat oleh suatu kepentingan bersama bersifat formal dalam bentuk sebuah negara,
B.     Ciri-Ciri Masyarakat Multikultural
Pierre L Van de Berghe mengemukakan ada beberapa ciri masyarakat multikultural adalah sebagai berikut:
1.    Terjadinya segmentasi kedalam bentuk-bentuk kelompok yang seringkali memiliki sub kebudayaan yang berbeda satu dengan yang  lain.
2.    Memiliki struktur sosial yang terbagi-bagi kedalam lembaga-lembaga yang bersifat nonkomplementer.
3.    Kurang mengembangkan konsensus di antara para anggota terhadap nilai-nilai yang bersifat dasar.
4.    Secara relatif seringkali mengalami konflik antara kelompok yang satu denagan yang lainnya.
5.    Secara relatif integrasi sosial tumbuh diatas paksaan dan saling ketregantungan di dalam bidang ekonomi.
6.    Adanya dominasi politik oleh satu kelompok atas kelompok lain
Berdasarkan ciri-ciri masyarakat multikultural di atas, maka masyarakat indonesia yang multikultural ini dapat dogolongkan menggunakan tolak ukur secara horozontal dan vertikal.
1.    Ciri masyarakat multikultural Indonesia dilihat secara horozontal
Ciri-ciri masyarakat indonesia secara multikultural horisontal didasarkan pada ras, suku bangsa, dan agama.
*   Ras
Ras adalah pengelompokan manusia berdasarkan ciri-ciri fisik, seperti bentuk hidung, bentuk warna rambut, warna kulit dan lain-lain.
Sebagian besar masyarakat indonesia termasuk dalam golongan ras Mongoloid, lebih khusus lagi ras malayan mongoloid. Malayan mongoloid digolongkan lagi menjadi
1.      Protomelayu (melayu tua), yaitu subras  yang pertama kali  mendiami wilayah Nusantara ini. Contohnya suku Batak, Nias, Toraja
2.      Deutro melayu (melayu muda), yaitu subras pendatang, setaelah subras protomelayu. Contohnya suku Jawa, Bali, Bugis, dan minan
Selain malayan mongolid, di indonesia juga terdapat ras atau subras yang lainnya, yaitu sebagai berikut.
1)      Papua malanesoid, termasuk ras Negroid, yang mendiami pulau papua, aru, dan sekitarnya.
2)      Negrito, meliputi orang  semang di semenanjung malaka dan orang mikopsi di pulau andaman.
3)      Weddoid, meliputi orang Sakai di Riau, orang Tomuna di Pulau Muru, orang Kubu di Sumatra selatan, orang Mentawai di kepulauan Mentawai, dan suku Kulawi di sulawesi selatan.
*   Suku Bangsa
Suku bangsa atau biasa disebut etnis adalah suatu golongan manusia yang terkait oleh kesadaran dan identitas akan kesatuan kebudayaan, sedangkan identitas tersebut akan di kuatkan oleh kesatuan bahasa.
Suku Bangsa memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1.      Kesamaan keturunan (ciri fisik)
2.      Kesamaan bahasa daerah
3.      Kesamaan kesenian
4.      Kesamaan adat istiadat (tradisi)
5.      Kesamaan kebangsaan
6.      Gabungan dari ciri-ciri di atas.
Berbagai suku bangsa yang mendiami pulau-pulau di indonesia di antaranya adalah sebagai berikut :
1.      Sumatra, meliputi suku Aceh, Toba, Alor, dan lain-lain
2.      Jawa meliputi Jawa, Betawi, Sunda, Madura, Bedui, Tengger, dan lain-lain
3.      Kalimantan, meliputi Dayak, Banjar, Samarinda, Tarakan, dan lain-lain
4.      Sulawesi, meliputi Bugis, Toraja, Makassar, Minahasa, Kulawi dan lain-lain
5.      Papua, meliputi Asmat, Dani, Biak, Timika, dan lain-lain
6.      Nusa tenggara, meliputi Sasak, Ngada, Sawu, Alordan lain-lain
C.    Agama atau Religi
Ada enam agama yang diakui oleh negara, yaitu : Islam, Katolik, Kristen, Hindu,Buddha, dan Kong Hu Chu. Disamping itu juga terdapat aliran kepercayaan yang keberadaanya juga diakui oleh masyarakat. Tidak sedikit, masyarakat kita yang menganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di luar agama yang ada.
D.    Bentuk konsekuensi sosial masyarakat multikultural
Masyarakat multikutural di negara kita menghadirkan suatu fenomena keragaman yang sangat menarik dilihat dari potensi budaya. Namun demikian, masyarakat  multikultural  tersebut juga menghadirkan  suatu konsekuensi yang memang yang harus dihadapi sebagai akibat dari keaneka ragaman tersebut. Keanekaragaman tentu akan menghadirkan suatu gejala sosial yang posif dan negatifyang akan mempengaruhi masyarakat itu sendiri.
1.      Integrasi sosial
Integrasi sosial lahir sebagai konsekuensi positif dari masyarakat multikultural. Secara umum, integrasi sosial diartikan sebagai suatu proses penyatuan antara dua unsur atau lebih yang mengakibatkan terciptanya suatu keinginan yang berjalan dengan baik dan benar.
Masyarakat multikultural yang penuh keragaman dan perbedaan jika dapat mencapai keadaan terintegrasi akan membawa ke arah stabilitas dan harmonisasi kehidupan. Hal inilah yang diinginkan dalam suatu kehidupan bermasyarakat.
Agar suatu integritasi dapat terwujud, di perlukan beberapa peryaratan. Antara lain:
a.       Anggota masyarakat merasa bahwa mereka berhasil mengisi kebutuhan satu sama lain
b.      Telah tercapai konsensus bersama mengenai nilai-nilai dasar yang di jadikan acuan utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
c.       Nilai-nilai dan norma dan dasar tersebut telah hidup dan berkembang cukup lama dan konsisten, serta tidak berubah-ubah
d.      Masing-masing individu dan kelompok sosial yang berbeda-beda mau dan mampu mengendalikan diri dan saling menyesuaikan diri satu sama lain
e.       Selalu menempatkan persatuan dan kesatuan serta kepentingan untuk keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan.
f.        Masing-masing pihak memajukan pergaulan yang komunikatif dan akomodatif demi mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.
2.      Konflik Sosial
Konflik sosial merupakan konsekuensi negatif adanya masyarakat multikultural. Konflik adalah proses sosial yang memecah belah. Konflik akan terjadi apabila golongan-golongan atau unsur-unsur yang berbeda yang ada didalam masyarakat tidak berhasil mencapai konsensus melalui nilai-nilai  sosial yang bersifat dasar dan tidak dapat mengatasi perbedaan-perbedaan, sehingga tidak tercapai suatu keselarasan antara golongan yang satu dengan golonganyang lain.
Kata lainnya dengan konflik yang terjadi pada masyarakat multikultural seperti indonesia, ada berbagai konflik yang terjadi, yaitu sebagai berikut :
a.    Konflik rasial
Masyarakat indonesia terdiri dari berbagai macam ras dengan ciri fisik yang berbeda dengan ras lainnya. Perbedaan ciri fisik setiap ras yang diperuncing dengan adnya perbedaan dalam ekonomi, sosial, dan budaya dapat mendorong lahirnya konflik dalam masyarakat. Konflik yang dipicu adanya ras ini disebut dengan konflik rasial
b.    Konflik antarsuku bangsa
Konflik antarsuku bangsa umumnya terjadi antar suku bangsa pendatang dengan suku bangsa pribumi (lokal) pada suatu daerah. Konflik ini pada dasarnya dipicu karna adanya perbedaan bahasa, budaya, dan adat istiadat dari masing-masing suku bangsa. Tidak jarang konflik ini juga dipicu oleh adanya kesenjangan ekonomi antara suku bangsa pribumi dengan suku bangsa pendatang.
c.    Konflk antarumat beragama
Setiap agama pasti mengajarkan hal-hal yang baik hubungannya dengan tuhan, sesama, maupun terhadap lingkungan alam yang ada di sekitarnya. Pemahaman yang kurang atau setenga-setengah atau bahkan sangat fanatik terhadap ajaran agamanya masing-masing menimbulkan sikap-sikap revolusioner yang sangat potensial memicu terjadinya konflik dalam masyarakat.
E.     Cara Pemecahan Masalah dalam Masyarakat Multikultural
Masalah-masalah dalam masyarakat multikultural dalam hal ini konflik sosial harus segera diselesaikan agar tidak memunculkan disintegrasi sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan.
1.    Asimilasi, yaitu peleburan dua kebudayaan yang berbeda dan menghasilkan bentuk kebudayaan yang baru.
2.    Akulturasi, yaitu dua kebudayaan berjalan berdampingan dan masyarakatnya saling menyesuaikan diri.
3.    Memegang teguh semboyan Bhineka Tunggal Ika
4.    Toleransi dan kerjasama di antara umat beragama
5.    Adanya pemenuhan aspirasi dan jaminan hak tiap-tiap kelompok dalam masyarakat.
6.    Pengakuan harkat dan martabat sesama manusia
7.    Saling menerima, menghormati dan membantu antara kelompok mayoritas dan minoritas dalam masyarakat
8.    Mengembangkan potensi alam dan sumberdaya manusai secara optimal
9.    Menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak di derah-daerah untuk mencagah terjadinya urbanisasi dan mengikatkan kesejahteraan masyarakatnya
10.  Pendidikan tentang keaneka ragaman kebudayaan
11.  Berpikir positif terhadap keanekaragaman kelompok sosial
12.  Mengembangkan sikap nasionalisme
13.  Meniggalkan sikap primordialisme
14.  Menegakkan fungsi hukum
15.  Menyelesaikan konflik secara akomodatif.


        


Sekian Dan Terimah Kasi Atas Kunjungannya



Barang siapa bersungu-sunggu pasti akan mendapataka apa yang iya harapkan...